Refleksi Diri

In the name of god,

Awal mau nulis blog ini aku sebenarnya bingung mau nulis apa, walaupun sebenarnya banyak yang mau aku tuangkan dari isi kepalaku. Kebingungan ini mungkin karena pikiranku belum mempunyai kerangka pikiran yang solid, jadinya seperti tumpukan material-material bangunan yang berserakan menunnggu arsitek membangunnya menjadi sebuah bangunan.

Okey, setelah berfikir lama ternyata arsitek tersebut adalah diri kita sendiri karena pikiranku pun adalah diriku…. Haha bahasaku masih kacau kan? Yah beginilah bahasanya orang yang kebanyakan mikir dengan realita dari pikiran belum menjadi satu dengan tindakan tubuh. Gak jelas? Emang, hahaha….. ya mungkin untuk sekarang “ketidakjelasanku sekarang adalah kejelasanku”. So, I will learn to build my mind with writing word in my blog as I can and I hope my word can be reflection for us together.

Hal paling utama yang harus diketahui manusia menurutku adalah mengetahui diri sendiri, karena kalau tidak tahu diri sendiri pasti kayak orang bingung di dunia ini. Baca dengan seksama ya……. Mungkin aja ada bagian yang kalian baru tahu dari tulisanku ini meski kalian sudah banyak berefleksi dari berbagai referensi.

                Lets begin, kita semua yang merasa manusia pasti punya “nama” kan?. Yah, sekarang aku akan membahas fungsi dari “nama” :

  1. Pembeda

Nama adalah sebutan untuk seseuatu dengan tujuan membedakan sesuatu tersebut dengan lainnya. Karena pembeda pastinya mempunyai karakter sifat berbeda yang terkandung dalam suatu nama.

  1. Doa

Yah, kalo yang ini pastinya kalian sudah tahu banyak… nama adalah doa, doa orang tua kita agar bisa seperti yang diharapkan. TAPI, apakah kalian semua pernah berfikir seperti ini misal pas mikirin seseorang: “kok namanya seperti gak sesuai ma orangnya?”, namanya bagus banget tapi kok orangnya gitu, hmmm…….. Nah, nyadar pasti pernah berfikir seperti diatas hahaha….

Okey okey lanjut, kenapa bisa terjadi “Miss between name and attitude” seperti diatas???

Aku pernah diberi pencerahan oleh guru terapiku “Pak Tomi Aditama(Toms hepi – herbal & terapi Gamping Tengah, RT 04 / RW 14, Ambarketawang, Gamping, Ambarketawang, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55294)”

“Orang itu akan di uji sesuai dengan makna berkebalikan namanya.”

                Kita sekarang hidup, suatu saat kita pun mati. Dan apabila kita mati, yang akan dikenang oleh yang masih hidup adalah nama kita. Penyesuaian antara kita dengan nama kita dimulai ketika kita diberi nama sampai kita mati. Dan penyesuain nama ini pasti ujiannya berkebalikan dengan makna nama agar setelah diuji dan terus diuji intervalnya mendekati makna nama yang diharapkan (start from have name and finish in death).

                Pernah dengar gak kalau ada bayi sakit gak sembuh-sembuh kemudian ada yang nyaranin buat ngganti namanya? Orang jawa bilang “mboten kiat nyandang asmo(gak kuat menyandang nama yang diberikan)” dan setelah diberi nama baru, bayi tersebut kemudian sembuh. Sakit-sakitan yang gak jelas penyebabnya inilah yang mungkin sebagai indikasi bahwa bayi tersebut gak bakalan kuat menghadapi ujian dari makna brkebalikan namanya sehingga diberilah nama yang sekiranya besok ketika dewasa ia bisa menerima ujian tersebut.

                Mungkin dulu kita bisa menerima nama kita langsung tanpa change name, atau mungkin ada yang sudah ganti nama… karna kita sudah tahu maka kita bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian berkebalikan dari nama kita. Hmmm aku garis besar nih….. “yang aku maksud ujian berkebalikan makna nama adalah ujian yang berbentuk spiritual/rohani(baik karakter orang maupun sifatnya).”

                Okey gambaran aja yaaaa….. misal nama cewe :

Khoirunnisa

Asal kata nya ada 2 : khoir(baik) dan nisa(perempuan), susunan idhofah 2 kata tersebut memiliki arti yaitu perempuan yang baik.

Inget tulisanku yang udah panjang lebar kan? Orang menuju karakter nama yang diharapkan, ini berarti orang yang bernama khoirunnisa ini ketika masih hidup itu sifatnya :

Nisa(perempuan) ; karakternya rada tomboy – tomboy(secara sifat) ntah itu pemikirannya, pakaiannya atau tingkahnya.

Khoir(baik) ; karakter sifatnya masih mungkin jelek ntah itu jahil atau gimana, gak ngenakin dsb itu bergantung pada proses menuju baiknya dalam Pendidikan yang ia terima dari keluarga gimana, lingkungannya gimana, dan seterusnya.

                Okey, mungkin ini saja yang bisa aku tulis untuk kali ini. Informasi yang telah dibaca ini mungkin ada benarnya, mungkin juga banyak salahnya. Tapi untuk refleksi agar menjadi lebih baik kita ambil yang menurut kita bisa dimanfaatkan saja. Kebenaran mutlak hanya milik Tuhan semata, kita hanya manusia yang berproses menuju kebenaran. Sekian, sampai jumpa di tulisanku yang berikutnya hehe……….

Iklan